Selamat Datang di Blog Saya

6/15/13

Hidup bukan untuk menyesali nasib
tapi hidup itu untuk melihat kedepan
bagaimana kita nantinya
ataukah sesuai harapan atau tidak...
hannya Allah yg tau
kita hanya bisa berharap dan berdoa
Baca Selengkapnya >>

5/23/13

TRIK PES2013

Trik Pes 2013

Trik Dribble PES 2013

  • Diagonal bounce : Tekan dan tahan L2, arahkan analog kanan ke kiri dan analog kiri ke atas kanan
  • Rainbow Flick : Tekan dan tahan L2, dan tekan analog kanan 2 kali
  • Backhell Feint : Tekan dan tahan L2, putar 1/4 lingkaran analog kanan dari arah kiri hingga ke atas dan analog kiri ke arah bawah
  • Ball roll 1 : Tekan dan tahan L2, arahkan analog kanan ke bawah
  • Front Flick : Tekan dan tahan L2, tekan analog kanan dan analog kiri arah kan ke kiri atas.
  • Heel chop : Tekan dan tahan L2, arahkan analog kanan keatas dan analog kiri ke atas
  • Ball roll 2 : Tekan dan tahan L2, arahkan analog kanan kd bawah lalu ke atas

Trik Tendangan Bebas (Freekick) PES 2013
  • Tekan L1 dan R1 secara bersamaan.
  • Tekan dan tahan tombol arah bawah, lalu tekan tombol kotak dg power gauge skitar 60%, segera lepas tombol arah bawah tadi lalu ganti menekan tombol X+arah dan Bola akan menukik.
  • Arahkan tendangan kemudian tekan bawah dan L1 lalu kotak sebelum menendang (ketika barnya masih muncul) tekan X maka bola akan meluncur deras mengarah kebawah.Lihat dulu statistik penendang semakin banyak bintang dan angka nya tinggi maka semakin bagus hasil tendangan tersebut arahkan tendangan kemudian tekan atas dan L1 lalu kotak sebelum menendang (ketika barnya masih muncul) tekan segitiga maka bola akan meluncur deras mengarah kesudut atas.

Trik Crossing PES 2013
  • Umpan dasar, tekan X.
  • Umpan Lambung mendatar. Tenekan tombol O tiga kali.
  • Umpan Terobosan Dasar, Tekan Segitiga.
  • Umpan Lambung tinggi. Tekan tombol O sekali saja.
  • Umpan Lambung menengah. Tekan tombol O dua kali.
  • Umpan Terobosan Lambung, Tekan Segitigan dan L1 secara bersamaan

Trik Pinalty PES 2013
  • Pada posisi kiper kita cukup menekan tombol kotak (langsung dilepas,) kemudian tunggu beberapa saat sampai pemain bergerak mendekati bola.
  • Setelah pemain berada pada posisi di dekat bola, kita pencet tombol arah atas/bawah dengan menekannya sampai pemain menendang bola.

Triks Tambahan Pes 2013
  • Cara One-two Pes 2013 : sambil berlari tekan L1 dan X sebelum menerima bola tekan segitiga sambil berlari tekan L1 dan X sebelum menerima bola tekan kotak(bola agak di angkat).
  • Back skill tekan L2 terus kemudian tekan R3(analog sebelah kanan) dua kali
  • Mengelabui musuh tekan L1 dua kali.
  • Menghidar takling tekan R2.
  • Membawa bola dan di bayang-bayangi lawan variasikan selalu R1 dan L2.
  • Super Cancel - untuk mengubah arah lari default pemain tekan R1 dan R2 secara bersamaan lalu arahkan player ke bola.
  • Agar penendang menjadi dua orang caranya tekan L1 dan R1, dan untuk mengoper kepada penendang kedua tekan L1 dan X.
  • Menghindari musuh usahakan sambil menghindar selalu tekan R2 dan kombinasikan dengan L2.
  • Formasi sebaiknya pakai formasi 4-2-3-1, 4-3-3, 4-5-1 atau formasi sesuai karakter asli tim tersebut.

itulah sedikit trik Pes2013 yg dpat saya share..
Semoga bermanfaat.. ^_^
Baca Selengkapnya >>

4/25/13

Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya


Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya



Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya terkadang kita menyepelehakan permasalahan yang satu ini mengenai Mandi wajib atau janabah, atau junub adalah mandi yang dilakukan ketika kita mengalami mimpi basah atau habis bersenggama. Nah, pada saat seperti inilah kita diwajibkan untuk mandi wajib janabah mandi besar. Namun tidak seperti hanya dikala mandi biasa, mandi wajib ini harus diperhatikan niat dan tata caranya, Namanya juga mandi wajib, hukumnya pasti harus dikerjakan sebelum kita melaksanakan pekerjaan lain utamanya kewajiban beribadah seperti sholat. Bagi yang belum mengetahui bagaimana tatacara melakukan mandi besar, silahkan di simak selengkapnya Artikel Tata cara mandi wajib beserta niat mandi wajib atau mandi besar :

Mandi Wajib

Mandi Wajib

Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya


Niat mandi besar atau mandi jinabat itu seperti niat niat dalam ibadah yang lain, yaitu di dalam hati, adapun kalimat dan arti Doa Niat Mandi Wajib niatnya adalah sebagai berikut yang di kelompkan dalam tiga bahagian AN :

1. Jika mandi besar disebabkan junub Mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah
BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA'ALA
Artiya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala

2. Jika mandi besarnya disebabkan karena haid maka niat mandi besarnya adalah
BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA'ALA
Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala

3. Jika mandi besarnya disebabab karena nifas, maka niyat mandi besarnya adalah
BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA'ALA
Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala

Adapun Tata Cara Mandi Wajib Mandi Junub sebagai berikut:
  1. Mandi junub-besar harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata.
  2. Dalam mandi junub-jinabat-besar, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampaipun kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dingan jari jemari tangan yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.
  3. Mandi junub-jinabat-besar dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.
  4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.
  5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dicuci dengan air.
  6. Setelah itu berwudlu ‘sebagaimana cara berwudlu’ untuk shalat.
  7. Kemudian mengguyurkan air di mulai dari pundak kanan terus ke kepala dan seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.
  8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
  9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.
  10. Disunnahkan untuk melaksanakan mandi besar junub jinabat itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa aalihi wasallam.
Oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairiy
  • Mandi wajib dimulai dengan mengucapkan bismillah, dan berniat untuk menghilangkan hadast besar,
  • Membersihkan kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian bercebok.
  • Membersihkan kemaluannya, dan kotoran yang ada di sekitarnya.
  • Berwudhu seperti halnya orang yang berwudhu hendak shalat, kecuali kedua kakinya. Namun boleh membersikan kedua kakinya ketika berwudhu atau mengakhirkannya sampa selesai mandi.
  • Mencelupkan kedua telapak tangannya ke dalam air, lalu menyela-nyela pangkal rambut kepalanya dengan kedua telapak tangannya itu kemudian membersihkan kepalanya dan kedua telinganya tiga kali dengan tiga cidukan.
HR At-TIrmidzi Menyela pangkal rambut hanya khusus bagi laki-laki. Bagi perempuan, cukup dengan mengguyurkan pada kepalanya tiga kali guyuran, dan menggosoknya, tapi jangan mengurai membuka rambutnya yang dikepang, karena ada hadist yand diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Ummu Salamah yang bertanya kepada Rasulullah, Aku bertanya, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub (mandi besar)? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu tiga kali guyuran.

Mengguyur tubuhnya yang sebelah kanan dengan air, membersihkannya dari atas sampai ke bawah, kemudian bagian yang kiri seperti itu juga berturut-turut sambil membersihkan bagian-bagian yang tersembunyi pusar, bawah ketiak, lutut, dan lainnya, dan diriwatkan Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa aalihi wasallam telah bersabda:

Barangsiapa yang meningggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut untuk tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka “. HR. Abu Dawud

Demikianlah Ulsan Hasbi Htc Mengenai Mandi Wajib, semoga artikel tata cara mandi wajib yang benar cara Mandi bersih diatas adalah cara mandi wajib menurut islam, bisa bermanfaat bagi wanita dan pria yang Ingin lebih tahu mengenai Mandi wajib. Wassalam


Copyright © Hasbi Htc : http://www.hasbihtc.com/2013/02/niat-mandi-wajib-dan-tata-caranya.html#ixzz2RRZ2ZwmI
Baca Selengkapnya >>

Rekor Konser Kartu As Coboy Junior Generation Tour 2013 di Atas Udara bersama Sriwijaya Air


Rekor Konser Kartu As Coboy Junior Generation Tour 2013 di Atas Udara bersama Sriwijaya Air

 
Jakarta, 21 April 2013 - Kartu As mendukung pemecahan rekor pelaksanaan konser musik di lokasi tertinggi di atas udara yang akan dilakukan group boy band berbakat Coboy Junior (CJR). Konser di atas udara ini mengawali road show konser CJR di 30 kota besar di Indonesia bersama Kartu As. 

Head of Marketing Communication Group, Irlamsyah Syam mengatakan, "Telkomsel sangat antusias pada konser yang akan dilaksanakan oleh Coboy Junior. Konser di atas udara ini sangat spektakuler karena dilakukan diatas ketinggian 30.000 kaki. Coboy Junior sangat tepat sebagai representasi semangat dari kaum muda pengguna Kartu As."
Suasana Press Conference di Balikpapan Sabtu (20/4) dimana Kartu As mendukung konser boy band Coboy Junior di 30 kota seluruh Indonesia yang bertajuk CJR Generation Tour 2013 dan akan berlangsung sepanjang tahun 2013.
Dalam konser di atas udara ini CJR akan tampil dengan formasi full band di dalam pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-800 yang akan mengudara dari Jakarta menuju Balikpapan.

Konser ini merupakan upaya memecahkan rekor konser music tertinggi di udara yang pernah dilakukan di Indonesia sebagai persembahan bagi Comate (fans CJR) yang juga turut serta dalam penerbangan tersebut. Rencananya di udara CJR akan menyanyikan 8 sampai 10 lagu hits dari album mereka dengan durasi 45 menit.
Personil Coboy Junior tampil dengan formasi full band di dalam konser bersama Kartu As diatas pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-800 yang mengudara dari Jakarta menuju Balikpapan pada Sabtu (20/4) kemarin.
Adapun rangkaian konser 30 kota CJR yang bertajuk CJR Generation Tour 2013 akan berlangsung sepanjang tahun 2013. Dalam event di 30 kota ini, para penggemar CJR berkesempatan untuk mendapatkan hadiah tiket konser, tiket meet and greet, kaos bertandatangan personel coboy junior, diskon untuk tiket dan merchandise resmi Coboy Junior dari Kartu As dengan melakukan pembelian perdana dan melakukan recharge pulsa sejumlah tertentu di GraPARI setempat atau dengan mengikuti digital activity di www.telkomsel.com/cjr.

Selain konser diatas pesawat, pada kesempatan yang sama Coboy Junior juga merilis buku yang bercerita mengenai perjalanan karir Coboy Junior yang dalam waktu singkat mampu membius dan dicintai tidak saja kalangan anak-anak dan remaja namun juga merasuk ke kalangan dewasa. Melalui buku ini Coboy Junior berharap dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk mulai berkarya dan mengejar impian sejak dini.

CJR yang digawangi oleh Aldi, Bastian, Iqbaal, dan Rizky ini merupakan fenomena baru yang mencengangkan di blantika dunia musik Tanah Air. Dengan basis Comate sebagai fans loyal mereka yang banyak terdiri dari anak dan remaja, CJR selaras dengan semangat Kartu As yang di peruntukkan bagi kalangan tersebut.
 
Baca Selengkapnya >>

Etika Berdoa


 Etika Berdoa

Berdo'a memang adalah salah satu ibadah..
Jika kita berdo'a, apapun permintaan kita, entah dikabulkan oleh Allah dengan cepat,ditunda waktunya, atau bahkan tidak dikabulkan ketika di dunia..
Setidaknya kita sudah menjalankan suatu ibadah yaitu berdo'a itu sendiri, sebagai wujud kehambaan kita..

Tapi jangan sampai dipahami jika berdo' kita meminta sesuatu, misalnya dijauhkan dari kefakiran, dilunasi hutang-hutang kita, dimudahkan menjalankan pekerjaan, dikarunai anak sholeh dll, itu berarti berdo'anya/ibadahnya tidak sempurna..
Karena..itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam.
Beliau mengajarkan do'a dimana kanduangan di dalamnya banyak berupa permintaan, bahkan bisa dibilang..berdo'a itu ya meminta kepada Allah akan keinginan kita..
Yang tidak diperbolehkan adalah tergesa-gesa dalam berdo'a, sehingga ketika belum dikabulkan oleh Allah dengan segera, kita bersu'udhon (berburuk sangka) kepada Allah.
Karena boleh jadi do'a kita jika tidak dikabulkan oleh Allah, mungkin ditunda, diganti yang lebih baik, atau kalo dikabulkan dengan cepat malah menjauhkan kita dari agama.
Begitu banyak dari sebagian kita ketika belum mempunyai harta banyak, belum punya mobil kegiatannya ketika libur kerja Sabtu Ahad, rajin menuntut ilmu agama, ikutan ta'lim dll, tapi ketika sudah punya mobil, sudah punya anak istri, sudah punya harta banyak, atau malah sudah punya bisnis sampingan justru yang biasanya sabtu ahad ada waktu utk menuntut ilmu agama, malah terasa kurang untuk berlibur ke berbagai tempat, mengurus bisnis sampingan dan makin terlupalah menuntut ilmu agama.
Semoga kita semua terjauh dari hal-hal demikian..

Bersama tulisan ini, saya sertakan file Hisnul Muslim (Perisal Muslim) yang berisi kumpulan do'a dari Qur'an dan Sunnah.
Alhamdulillah tiap bacaan do'a disebutkan ayat atau riwayat haditsnya, sehingga mudah2an makin memantapkan kita..
Dan sepertinya kalo saya pahami isi bacaan do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam ini semuanya terkait permintaan kita, baik permintaan berupa Rahmat, ampunan, naiknya keimanan, ataupun yang bersifat dunia misalnya, terjauh dari kefakiram, terhindar dari jeratan hutang, dikarunai anak sholeh, mempunyai tetangga yang baik, dikaruniai rumah yang lapang, kendaraan yang baik..dll
Semuanya itu diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam termasuk redaksionalnya agar kita meminta kepada Allah..

Wallahu a'lam

From: Soewarno
Sent: 21 April 2013 9:53
To: Muslim-L
Subject: Etika Berdoa

ETIKA BERDOA

Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary
“Janganlah pencarianmu (doa-doamu) sebagai sebab untuk diberi sesuatu dari Allah Swt, maka pemahamanmu kepadaNya menjadi sempit. Hendaknya pencarianmu (doa-doamu) semata untuk menampakkan wujud kehambaan dan menegakkan Hak-hak KetuhananNya.”
Pencarian merupakan arah yang menjadi sebab terwujudnya kehendak yang harus ada. Pencarian, usaha, doa, ikhtiar merupakan rangkaian sebab-sebab menuju apa yang ingin diraih. Termasuk disini adalah berdo’a
Umumnya orang berdoa agar terwujud apa yang diinginkan. Berikhtiar agar tercapai apa yang dicita-citakan. Padahal dimaksud Allah Swt memerintahkan kita berdoa dan berupaya, semata-mata agar eksistensi kehambaan kita yang serta fakir, serba hina, serba tak berdaya dan lemah muncul terus menerus di hadapanNya. Bukan, agar kita bisa mewujudkan apa yang kita kehendaki, karena hal demikian bisa memaksa Allah Swt menuruti kehendak kita.
Pemahaman yang sempit tentang Allah Swt, akan terus menerus berkutat pada sikap seakan-akan Allah-lah yang mengikuti selera kita, bukan kehendak kita ini akibat kehendakNya, perwujudan yang ada karena kehendakNya, bukan disebabkan oleh kemauan kita.
Ketika manusia berdoa seluruh kehinaan dirinya, kebutuhan dirinya dan kelemahannya serta ketakberdayaannya muncul. Itulah hikmah utama dibalik berdoa. Ketika kita berikhtiar, pada saat yang sama kita menyadari betapa tak berdayanya kita. Sebab kalau kita berdaya, pasti tidak perlu lagi ikhtiar dan berjuang.
Di sisi lain, kita dituntut untuk terus menerus menegakkan Hak-hak KetuhananNya, bahwa Allah berhak disembah, berhak dimohoni pertolongan, berhak dijadikan andalan dan gantungan, tempat penyerahan diri, berhak dipuji dan dipatuhi, berhak dengan segala sifat Rububiyahnya yang Maha Mencukupi, Maha Mulia, Maha Kuasa dan Maha Kuat. Semua harus terus tegak di hadapan kita. Dan itu semua bisa terjadi manakala kehambaan kita hadir.
Ironi-ironi dalam ikhtiar dan doa kita sering terjadi. Kita lebih memposisikan sebagai “tuhan”, dengan banyak memerintah Tuhan agar menuruti kehendak kita, kemauan kita, proyeksi-proyeksi kita. Diam-diam kita menciptakan tuhan dan berhala dalam jiwa kita, agar dipatuhi oleh Allah Sang Pencipta. Inilah piciknya iman kita kepadaNya, yang sering memaksaNya sesuai dengan pilihan-pilihan kita, bukan pilihanNya.
Karena itu hakikatnya, menjalankan perintah doa itu lebih utama dibanding terwujudnya doa kita (ijabah). Ikhtiar kita hakikatnya lebih utama daripada hasil yang kita inginkan. Perjuangan kita hakikatnya lebih utama dibanding kemangan dan kesuksesannya. Ibadah lebih utama dibading balasan-balasanNya. Karena taat, doa, ikhtiar itu menjalankan perintahNya. Sedangkan balasan, ijabah, sukses, kemenangan, bukan urusan manusia dan tidak diperintah olehNya.
Banyak orang berdoa, beribadah, berikhtiar, tetapi bertambah stress dan gelisah. Itu semua disebabkan oleh niat dan cara pandangnya kepada Allah  Swt yang sempit. Sehingga, bukan qalbunya yang menghadap Allah Swt, tetapi nafsunya.
Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily, ra berkata: “Janganlah bagian yang membuatmu senang ketika berdoa, adalah hajat-hajatmu terpenuhi, bukan kesenangan bermunajat kepada Tuhanmu. Hal demikian bisa menyebabkan anda termasuk orang yang terhijab.”
Bahwa kita ditakdirkan bisa bermunajat kepadaNya, seharusnya menjadi puncak kebahagiaan kita. Bukan pada tercapainya hajat kebutuhan kita. Kenapa kita bisa terhijab? Karena kita kehilangan Allah Swt, ketika berdoa, karena yang trampak adalah kebutuhan dan hajat kita, bukan Allah Tempat bermunajat kita.
Baca Selengkapnya >>

Nafsu Nyata, Nafsu Tersembunyi


Seri Kajian Kitab Al-Hikam karya Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary

Nafsu Nyata, Nafsu Tersembunyi

Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary, mengatakan :

“Bagian nafsu dalam kemaksiatan itu jelas nyata. Sedangkan bagian nafsu di dalam ta’at, itu tersembunyi dan tidak nyata. Mengobati yang tersembunyi itu sangat sulit terapinya.”

Bahwa nafsu itu memiliki kecenderungan maksiat dan melakukan tindak maksiat itu sangat nyata dan jelas, karena naluri nafsu memang demikian. Namun ketika nafsu menyelinap di balik aktivitas taat, kebajikan, amaliah, sangat tersembunyi. Alur nafsu dalam konteks ini memiliki tiga karakter:

1. Takut pada sesama makhluk, 
2. Ambisi rizki,
3. Rela pada kemauan nafsu itu sendiri.

Munculnya ketiga karakter itu bersamaan dengan selera nafsu.

Sedangkan perselingkuhan nafsu dibalik taat dan ibadah kita begitu tersembunyi. Tiba-tiba ia merasa lebih tinggi dibanding orang lain, lebih suci, kemudian muncul rekayasa untuk manipulasi, dengan tujuan tertentu atau imbalan tertentu, yang menyebabkan riya’.

Mari kita bertanya pada diri sendiri dibalik nafsu yang tersembunyi ini. Apakah ketika kita beribadah, melakukan aktivitas kebajikan dan amaliyah lainnya, agar kita disebut berperan? Agar disebut lebih dibanding yang lain? Mendapat pujian  dan kehormatan orang lain? Anda sendiri dan orang-orang sholeh yang memiliki matahatilah yang mengenal karakter itu.

Karena itu nafsu sering bersembunyi dibalik bendera agama, dibalik aktivitas ibadah dan gerakan massa keagamaan, bahkan nafsu merangsek ornamen penampilan orang-orang saleh, agar disebut saleh.

Disnilah Ibnu Athaillah juga mengingatkan berikutnya: “Kadang-kadang riya’ itu masuk padamu, ketika orang lain tidak memandangmu.”

Kenapa demikian? Karena riya’ itu bertumpu pada pandangan makhluk. Ketika anda bersembunyi atau makhluk lain tidak mengenal anda, lalu anda diam-diam merasa ikhlas, karena makhluk lain tidak melihatmu, itu pun disebut riya’. Sebab unsur makhluk masih tersisa di hatimu.

Al-Fudhail bin ‘Iyadh, ra,  menegaskan, “Beramal demi pandangan manusia itu adalah syirik. Sedangkan tidak melakukan amaliah karena agar dipandang manusia, adalah riya’. Meninggalkan amal demi manusia adalah syirik. Ikhlas, adalah Allah jika anda diampuni (lalu meninggalkan) kedua faktor di atas.”

Ketika seseorang berlaku riya’, dalam kondisi khalwat, secara diam-diam pula ia ingin disebut lebih utama dibanding yang lain. “Wah saya sudah khalwat, saya sudah puasa, saya sudah tahajjud… Sedangkan kalian kan belum… Jelas saya lebih baik dibanding anda…”. Bisikan lembut ini adalah bentuk ketakaburan dan riya’.

Inilah mengapa Ibnu Athaillah melanjutkan: “Upayamu untuk meraih kemuliaan agar makhluk mengetahui keistemewaanmu, menunjukkan bahwa ubudiyahmu sama sekali tidak benar.”

Karena, menurut Syeikh Zarruq, ra, manakala anda benar dalam ubudiyah pada Tuhanmu, pasti anda tidak senang jika yang lainNya tahu amalmu.

Sebagian Ulama mengatakan, “Tak seorang pun benar pada Allah Swt, sama sekali, kecuali jika ia senang bila cintanya tidak dikenal oleh yang lain.”

Ahmad bin Abul Hawary ra, mengatakan, “Siapa pun bila senang kebaikannya dipandang orang lain atau disebut-sebut, ia benar-benar musyrik dalam ibadahnya. Karena orang yang berbakti pada cinta, tidak senang bila baktinya dipandang oleh selain yang diabdi.”

Sahl bin Abdullah ra, mengatakan, “Siapa yang senang pamer amalnya pada orang lain ia telah riya’. Dan siapa yang ingin dikenal  kondisi ruhaninya oleh orang lain, ia adalah pendusta.”

Ibrahim bin Adham nengatakan, “Tidak benar bagi Allah orang yang senang dengan keterkenalan (popularitas).”

Dan menghapus riya’ dan membersihkannya, sudah seharusnya dilakukan dengan memandang kepada Allah Swt dan menolak selain DiriNya.


(sumber : sufinews.com)
Baca Selengkapnya >>

Kesucian Allah dari arah & tempat



1. Al-Imam `Ali ibn Abi Thalib (w 40 H) berkata: كَانَ اللهُ وَلاَ مَكَان وَهُوَ الآنَ عَلَى مَا عَليْه كَانَ "Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, dan Dia Allah sekarang -setelah menciptakan tempat- tetap sebagaimana pada sifat-Nya yang azali; ada tanpa tempat" (Diriwayatkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dalam al-Farq Bain al-Firaq, h. 333). Beliau juga berkata: إنّ اللهَ خَلَقَ العَرْشَ إْظهَارًا لِقُدْرَتهِ وَلَمْ يَتّخِذْهُ مَكَانًا لِذَاتِهِ "Sesungguhnya Allah menciptakan `arsy (makhluk Allah yang paling besar bentuknya) untuk menampakan kekuasaan-Nya, bukan untuk menjadikan tempat bagi Dzat-Nya" (Diriwayatkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dalam al-Farq Bain al-Firaq, h. 333). 

2. Seorang tabi`in yang agung, Al-Imam Zainal-`Abidin `Ali ibn al-Husain ibn `Ali ibn Abi Thalib (w 94 H) berkata: 
أنْتَ اللهُ الّذِي لاَ يَحْويْكَ مَكَانٌ "Engkau wahai Allah yang tidak diliputi oleh tempat" (Diriwayatkan oleh al-Imam Murtadla az-Zabidi dalam Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya` `Ulumiddin, j. 4, h. 380). Juga berkata: أنْتَ اللهُ الّذِي لاَ تُحَدُّ فَتَكُوْنَ مَحْدُوْدًا "Engkau wahai Allah yang maha suci dari segala bentuk dan ukuran" (Diriwayatkan oleh al-Imam Murtadla az-Zabidi dalam Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya` `Ulumiddin, j. 4, h. 380). 3. Al-Imam Ja`far as-Shadiq ibn Muhammad al-Baqir ibn ibn Zainal `Abidin `Ali ibn al-Husain (w 148 H) berkata: مَنْ زَعَمَ أنّ اللهَ فِي شَىءٍ أوْ مِنْ شَىءٍ أوْ عَلَى شَىءٍ فَقَدْ أشْرَكَ، إذْ لَوْ كَانَ عَلَى شَىءٍ لَكَانَ مَحْمُوْلاً وَلَوْ كَانَ فِي شَىءٍ لَكَانَ مَحْصُوْرًا وَلَوْ كَانَ مِنْ شَىءٍ لَكَانَ مُحْدَثًا (أىْ مَخْلُوْقًا) "Barang siapa berkeyakinan bahwa Allah berada di dalam sesuatu, atau dari sesuatu, atau di atas sesuatu maka ia adalah seorang yang musyrik. Karena jika Allah berada di atas sesuatu maka berarti Dia diangkat, dan bila berada di dalam sesuatu berarti Dia terbatas, dan bila Dia dari sesuatu maka berarti Dia baharu -makhluk-" (Diriwayatkan oleh al-Imam al-Qusyairi dalam ar-Risalah al-Qusyairiyyah, h. 6). 

4. Al-Imam al-Mujtahid Abu Hanifah an-Nu`man ibn Tsabit (w 150 H), salah seorang ulama salaf terkemuka, perintis madzhab Hanafi, berkata: 
وَاللهُ تَعَالى يُرَى فِي الآخِرَة، وَيَرَاهُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَهُمْ فِي الْجَنّةِ بِأعْيُنِ رُؤُوسِهِمْ بلاَ تَشْبِيْهٍ وَلاَ كَمِّيَّةٍ وَلاَ يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ خَلْقِهِ مَسَافَة. "Allah ta`ala di akhirat kelak akan dilihat. Orang-orang mukmin akan melihat-Nya ketika mereka di surga dengan mata kepala mereka masing-masing dengan tanpa adanya keserupaan bagi-Nya, bukan sebagai bentuk yang berukuran, dan tidak ada jarak antara mereka dengan Allah (artinya bahwa Allah ada tanpa tempat, tidak di dalam atau di luar surga, tidak di atas, bawah, belakang, depan, samping kanan ataupun samping kiri)" (Lihat al-Fiqhul Akbar karya Imam Abu Hanifah dengan Syarahnya karya Mulla `Ali al-Qari, h. 136-137). Juga berkata: قُلْتُ: أرَأيْتَ لَوْ قِيْلَ أيْنَ اللهُ؟ يُقَالُ لَهُ: كَانَ اللهُ تَعَالَى وَلاَ مَكَانَ قَبْلَ أنْ يَخْلُقَ الْخَلْقَ، وَكَانَ اللهُ تَعَالَى وَلَمْ يَكُنْ أيْن وَلاَ خَلْقٌ وَلاَ شَىءٌ، وَهُوَ خَالِقُ كُلّ شَىءٍ

"Aku katakan: Tahukah engkau jika ada orang berkata: Di manakah Allah? Jawab: Dia Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum segala makhluk-Nya ada. Allah ada tanpa permulaan sebelum ada tempat, sebelum ada makhluk dan sebelum segala suatu apapun. Dan Dia adalah Pencipta segala sesuatu" (Lihat al-Fiqhul Absath karya Imam Abu Hanifah dalam kumpulan risalah-risalahnya dengan tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 20).

5. Al-Imam al-Mujtahid Muhammad ibn Idris as-Syafi`i (w 204 H), perintis madzhab Syafi`i, dalam salah satu kitab karyanya, al-Kaukab al-Azhar Syarh al-Fiqh al-Akbar, menuliskan: (
فصلوَاعْلَمُوْا أنّ اللهَ تَعَالَى لاَ مَكَانَ لَهُ، وَالدّلِيْلُ عَلَيْهِ هُوَ أنّ اللهَ تَعَالَى كَانَ وَلاَ مَكَانَ فَخَلَقَ الْمَكَانَ وَهُوَ عَلَى صِفَةِ الأزَلِيّةِ كَمَا كَانَ قَبْلَ خَلْقِهِ الْمَكَانَ لاَ يَجُوْزُ عَلَيْهِ التَّغَيُّرُ فِي ذَاتِهِِ وَلاَ التَّبَدُّلُ فِي صِفَاتِهِ، وَلأنّ مَنْ لَهُ مَكَانٌ فَلَهُ تَحْتٌ، وَمَنْ لَهُ تَحْتٌ يَكُوْنُ مُتَنَاهِي الذّاتِ مَحْدُوْدًا، وَالْمَحْدُوْدُ مَخْلُوْقٌ، تَعَالَى اللهُ عَنْ ذلِكَ عُلُوّا كَبِيْرًا، ولِهذَا الْمَعْنَى اسْتَحَالَ عَليْه الزّوْجَةُ وَالوَلدُ، لأنّ ذلِك لاَ يَتِمّ إلاّ بالْمُبَاشَرَةِ والاتّصَالِ والانْفِصَال. "Ketahuilah bahwa Allah tidak bertempat. Argumentasi atas ini ialah bahwa Dia ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Maka setelah menciptakan tempat Dia tetap pada sifat-Nya yang azali sebelum Dia menciptakan tempat; yaitu ada tanpa tempat. Tidak boleh pada hak Allah adanya perubahan, baik perubahan pada Dzat-Nya maupun pad asifat-sifat-Nya. Karena sesuatu yang memiliki tempat maka ia pasti memiliki arah bawah. Dan bila demikian maka ia pasti memiliki bentuk tubuh dan batasan. Dan sesuatu yang memiliki batasan pasti sebagai makhluk, dan Allah maha suci dari pada itu semua. Karena itu mustahil pada haknya terdapat istri dan anak. Sebab hal semacam itu tidak akan terjadi kecuali dengan adanya sentuhan, menempel dan terpisah. Allah mustahil pada-Nya sifat terbagi-bagi dan terpisah-pisah. Tidak boleh dibayangkan dari Allah adanya sifat menempel dan berpisah. Oleh sebab itu adanya istilah suami, astri dan anak pada hak Allah adalah sesuatu yang mustahil" (Lihat al-Kaukab al-Azhar Syarh al-Fiqh al-Akbar, h. 13).
6. Berikut ini dari Tulisan al-Imâm al-Hâfizh Ibn Hajar al-Asqalani asy-Syafi’i al-Asy’ari (w 852 H) dalam karyanya sangat masyhur Fath al-Bari dalam menjelaskan kesucian Allah dari tempat dan arah, beliau menuliskan:
“Bahwa arah atas dan arah bawah adalah sesuatu yang mustahil atas Allah, hal ini bukan berarti harus menafikan salah satu sifat-Nya, yaitu sifat al-‘Uluww. Karena pengertiannya adalah dari segi maknawi bukan dari segi indrawi. (Dengan demikian makna al-‘Uluww adalah Yang maha tinggi derajat dan keagungan-Nya, bukan dalam pengertian berada di arah atas). Karena mustahil pengertian al-‘Uluww ini secara indrawi. Inilah pengertian dari beberapa sifat-Nya; al-‘Aali, al-‘Alyy dan al-Muta’li. Ini semua bukan dalam pengertian arah dan tempat, namun demikian Dia mengetahui segala sesuatu” (Fath al-Bari, j. 6, h. 136).
Pada bagian lain dalam kitab yang sama tentang pembahasan hadits an-Nuzul beliau menuliskan sebagai berikut:
“Hadits ini dijadikan dalil oleh orang yang menetapkan adanya arah bagi Allah, yaitu arah atas. Namun demikian kayakinan mayoritas mengingkari hal itu. Karena menetapkan arah bagi-Nya sama saja dengan menetapkan tempat bagi-Nya. Dan Allah maha suci dari pada itu” (fath al-Bari, j. 3, h. 30).
Pada bagian lain beliau menuliskan:
“Keyakinan para Imam salaf dan ulama Ahlussunnah dari Khalaf adalah bahwa Allah maha suci dari gerak, berpindah dari satu keadaan kepada keadaan yang lain, menyatu dengan sesuatu. Dia tidak menyerupai segala apapun” (Fath al-Bari, j. 7, h. 124).
Baca Selengkapnya >>